Jumat, 14 Oktober 2011

Repertoires for Beginners, Intermediate & Advanced

Piano Ensemble's Repertoires 
for Beginners, Intermediate & Advanced


BEGINNER

1. Diabelli 28 Melodic Etudes, Op. 149
  • 28 melodic short pieces
  • Bass (secondo) part slightly more difficult than the treble (primo) part
  • An intermediate student should be able to cope easily with the secondo part
  • Both hands in the primo part play the same notes (one octave apart) 
  • Five finger positions
  • “Scherzo” (no. 6) sounds terrific, and very impressive
  • Excellent material for sight-reading in the initial stages
 
    Diabelli Op. 149, No. 10 (1 piano, 4 hands)

    Diabelli Op. 149, No. 28 (8 pianos, 32 hands)

    2. Diabelli Op. 163 - 6 Sonatinas in 3 Movements on Five Notes
    3. Diabelli Sonatinas op. 24, 54, 58, and 60
    4. Diabelli Sonatas op. 32, 33, 37, 38 and 73 (Intermediate)


    INTERMEDIATE

    1. Bizet - Jeux d’Enfants, Op. 22 
    • 12 beautiful pieces
    • The parts are not that difficult
    • the main difficulty is putting it all together
    • Great learning pieces! (It will teach you the art of playing together) 
    • Recommended: “Petit Marie, Petit femme” and “ La topie”
    • Also very impressive on performance (it looks and sounds much more difficult than it actually is).
    2. Brahms – Waltzes Op. 39 
    • Beautiful waltzes
    • originally written for piano four hands, but later Brahms made one piano versions of them
    • Also his Hungarian Dances (again originally written for piano duet)
    3. Andre Caplet – “Un tas de petite choses”
    • This is a most interesting collection of pieces
    • The primo part is very easy, and all in the white keys
    • The second part however, explores all keys
    • Very clever writing and modern sound
     

      4. Debussy – Petit Suite

      5. Fauré – Dolly suite
      • Six pieces
      • the primo easier than the secondo.
      "Spanish Dance" 
        ADVANCED

        1. Alkan – Trois Marches, Op. 40

        3. Richard Rodney Bennett – Capriccio

        4. Mendelssohn – Allegro Brilliant, op. 92

        5. Satie – Trois Morceaux en forme de Poire


        Besides all that Mozart, Schumann, Beethoven and Schubert all wrote quite a lot of our hand works (especially Schubert). 

        Selasa, 11 Oktober 2011

        Patrisia's Practice Journal

        PATRISIA'S JOURNAL
        By: Patrisia Trisnawati
        Edited by: Jelia Megawati Heru

        Kamis, 6/10/11

        Hari ini latihan Golden Fingers di rumahku untuk kesekian kalinya. Sempat diselingi dengan mati lampu, ngobrol-ngobrol dan latihan sebagai page turner. Lagu yang dilatih hari ini Brazilleira dan A Carmen Celebration. Posisi piano dirubah seperti rencana posisi pada hari-H. Agak terganggu dengan pantulan cahaya silau pada score.  

        Overall, intensitas latihan hari ini cukup membuat perut kriuk-kriuk dan otak sedikit nge-hang. Rupanya main piano duet itu sama sekali nggak bisa dibilang sebagai sesuatu yang simple. Butuh banyak jam terbang, dan banyak lirik-lirikan hahahahaha...yang pasti, rencana Amanda utk nyobain Bakmi Sunrise lagi-lagi tertunda. Hihihihi. Sekian masukan sy hari ini utk blog Golden Fingers...

        Selasa 11/10/2011

        Pagi ini dimulai dengan latihan Jamaican Rhumba antara Kenia dan Christine. Ketika Amanda datang, kami berlatih lagu Scott Joplin. Menggantikan Livia yg belum datang, Lagu ini sungguh menarik namun sulit bagiku untuk bisa "ikut" kedalam permainan mereka.

        ‎​Hari ini lagu Scott Joplin, Jambalaya dan Jamaican Rhumba dilatih dengan serius. Kamipun berlatih cara "bernafas"...apa dan bagaimana cara bernafas supaya group bisa mulai main bersama-sama secara tepat?

        Piano ensembles ini terbukti membuat para pemainnya belajar "mendengarkan" satu sama lain supaya terjadi kekompakan. Terkadang sulit bagi kami, yg masih pusing dengan baca not, mendengarkan permainan sendiri, ditambah dengan harus mendengarkan pemain-pemain yang lain. "Mendengarkan" disini juga termasuk mengenali jiwa lagu yang sedang dimainkan, dan tentunya keunikan masing-masing lagu.  

        PIANO ENSEMBLE
        adalah campuran antara: Keunikan lagu, keunikan setiap pemain, tingkat kesulitan lagu, bekerja sama/kekompakan para pemain, dan yang paling penting adalah membuat pendengarnya dapat ikut merasakan jiwa dari lagu tsb.

        Ketika hal yang terakhir bisa dicapai, maka kepuasan tiada terkira yang bisa dirasakan oleh para pemain. Di dalam musik, semua bercampur...apa saja...suku, warna kulit, agama apapun, bahasa apapun, warga negara manapun, latar belakang apapun...semua bersatu di dalam musik.

        Ketika melihat video rekaman, itu yg kurasakan...wah apa ya rasanya bermain piano bersama orang Jepang, Amerika, Swedia, dsb.?

        *Note: video latihan menyusul ya, music lovers, don't miss it!

        PIANO ENSEMBLE "GOLDEN FINGERS"

        PIANO ENSEMBLE "GOLDEN FINGERS"


        ABOUT PIANO ENSEMBLE
        “I paint alone - MY picture, MY interpretation of the sky. MY poem, MY novel.
        But in music - ensemble music, not soloism - WE share.
        No altruism this, for we receive tenfold what we give”

        Piano Ensemble merupakan permainan musik piano dengan menampilakan performer lebih dari satu orang dengan format yang sangat bervariasi mulai dari satu piano/empat tangan, satu piano/enam tangan, dua piano sampai dua piano/delapan tangan.

        Piano ensemble memberikan wadah dan kesempatan bagi semua pianis dari anak-anak sampai orang orang dewasa sekalipun yang ingin merasakan pengalaman bermain musik di dalam suatu grup – seperti di dalam orkestra, band, atau jazz combo.

        Setiap pemain mempunyai andil dalam memberikan kontribusi untuk menciptakan musik. Disini terletak keunikan bermain dalam sebuah piano ensemble, yaitu: unsur sosial/interaksi yang sangat tinggi dengan pemain yang lain, bahkan juga dengan penonton.

        Event piano ensemble ini akan memberikan kesempatan untuk bermain piano di semua kemungkinan konfigurasi yang tidak bisa terbayangkan sebelumnya, dimana permainan piano klasik yang sebelumnya identik dengan “monoton”, “tidak bisa dimengerti”, “boring” akan menjadi sangat interaktif, kreatif, humoris, menarik, menyegarkan, energetik, dan sangat memberikan inspirasi bagi pendengar “awam” sekalipun.


        Konser ini terbagi menjadi dua sesi:

        1. Sesi yang pertama merupakan kombinasi permainan 1 piano/4 hands, 1 piano/6 hands, 2 pianos/8 hands untuk kategori anak-anak usia 6 tahun hingga remaja 16 tahun. (Level: Beginner & Intermediate)

        2. Sesi yang kedua merupakan kombinasi permainan 1 piano/4 hands, 1 piano/6 hands, 2 pianos dan 2 pianos/8 hands untuk kategori dewasa (Level: Late Intermediate & Advanced).*

        *Sesi yang kedua ini merupakan project independen Ms. Jelia Megawati Heru dalam melatih guru-guru piano untuk saling berkolaborasi dan belajar bersama dalam sebuah piano ensembles. Tujuan nya salah satunya adalah menerapkan iklim belajar, hubungan yang positif diantara sesama guru. Guru-guru piano ini datang dari berbagai sekolah musik, saling belajar, sharing, dan berkembang. Guru-guru ini dilatih oleh Ms. Jelia sendiri secara cuma-cuma (for free), mereka boleh membawa pieces yang diinginkan untuk dilatih, atau repertoire yang dipilihkan dan disediakan untuk mereka. Mereka bebas untuk bertanya apa saja dan saling belajar satu dengan yang lainnya. Dalam project ke depannya, guru-guru ini akan konser bersama secara rutin dalam karya-karya format piano ensembles yang ada. Info tentang seputar piano ensembles, manfaatnya, tips berlatih, pieces, testimony bisa dilihat pada: http://piano-ensembles.blogspot.com/

         
        P R O G R A M
        1st SESSION

        1. Ruth Ellinger “Baloon Pop Polka” (for 2 pianos, 8 hands)

        2. Martha Mier “Agent 003”: moderato (for 1 piano, 6 hands)

        3. Robert D. Vandall “Triple Dip” (for 1 piano, 6 hands)

        4. Melody Bober "Play It in Peoria" (for 1 piano, 4 hands)

        5. Arr. David Carr Glover – “Chopstick, Here and There”:
        Traditional (moderately) – Russia (slowly) – France (moderately) – U.S. of A (moving along) (for 1 piano, 4 hands)

        6. Randall Compton (1954*) “CS Theme and Variation” : Lento a capriccio – Presto (for 1 piano, 4 hands)

        7. Leroy Anderson "The Typewriter" (for 1 piano, 4 hands)

        8. Kevin R. Olson “Perpetual Commotion” (for 2 pianos, 8 hands): with nonstop energy

        9. William Gillock “Champagne Toccata” (for 2 pianos, 8 hands): Allegro

        10. Jazz for Three by Robert D. Vandall. For piano six-hands. Piano Trio (1 Piano, 6 Hands)

         
        2nd SESSION

        1. Eduard Holst - “Diana Grand Valse de Concert”: Andante, Valse con fuoco (for 2 pianos, 8 hands)

        2. Robert D. Vandall “Get Up 'n Go” (for 1 piano four-hands)

        3. Arthur Benjamin "Jamaican Rhumba" (for 1 piano, 4 hands)

        4. Darius Milhaud (1892-1974) “Scaramouche Suite for two Pianos” , 3rd Movement – Brazileira, Mov. de Samba

        5. PI. Tschaikovsky - “Sleeping Beauty Waltz” op. 66, No. 6 9 (for 2 pianos, 8 hands)

        6. Eugene Rocherolle “Jambalaya” (for 2 pianos, 8 hands)

        7. Astor Piazzolla (1921-1992) “Libertango” (for two pianos): Allegro giusto


        8. Arr. Kevin Olson "A Carmen Celebration by Bizet" (for 1 piano, 4 hands)

        9. Mack Wilberg - “Fantasy on theme from Bizet’s CARMEN” (for 2 pianos, 8 hands)

        10. Kevin Olson "A Scott Joplin Rag Rhapsody" (for 2 pianos, 8 hands)


        Featuring...
        Michael Mamo, Angel Yoeshwono, Lara Yavuzdogan, Agaputra Oepangat, Dioputra Oepangat, Madeline Audrey Wiguna, Aprilia, Dirayati Turner, Mustafa Turner, Patrisia Trisnawati, Clarissa, Amanda Purnama Suci, Christine Paulina, Angelica Liviana, Talitha Theodora and Keniawaty.

        Ticket (RSVP): VIP Rp 100.000,- Regular Rp 50.000,-

        More Information: 021 - 32824999 or 0818 - 918520

        Website: http://piano-ensembles.blogspot.com/

        Twitter: @trisiakeren or @jeliaedu
         

        Senin, 10 Oktober 2011

        Piano Ensemble's Great Repertoires

        PIANO ENSEMBLE'S GREAT REPERTOIRES
        1 Piano Four-Hands, 1 Piano Six-Hands, Two Pianos & 2 Pianos Eight-Hands


        1 PIANO FOUR-HANDS
        • Alkan Marche (1838) - Saltarello Op. 47
        • Joseph Atkins - Suburban Sunrise (2008) – longfordbrown piano duo commission
        • Bach, arr. Reger - Brandenburg Concertos • Suites • Passacaglia & Fugue in c minor   
        • Balakirev - In Bohemia (1867) • Overture on a Spanish March Op. 6 
        • Beethoven  - Sechs Variationen Lied mit Veränderungen, WoO74 
        • Bizet - Jeux d’enfants, Op. 22 
        • Brahms  - Hungarian Dances (various) • Serenade no2, Op16 • Souvenir de la Russie • Variations on a theme by Schumann, Op23 
        • Britten - Soirées Musicales 
        • Casella - Pupazzetti, Op27 
        • Chabrier -  Trois Valses Romantiques • Cortège Burlesque • España 
        • Debussy - La Mer • Petite Suite • Six Épigraphes Antiques 
        • Dvorák - Slavonic Dances, Op. 46 & Op. 72 
        • Fauré - Dolly Suite
        • Foote - Pieces at Twilight 
        • Granados - Dos Marchas Militares 
        • Charles Griffin - From the Faraway Nearby (2006) 
        • Hahn - Sept Berceuses • Pièce en forme d’Aria et Bergerie (1896) 
        • Hindemith - Sonata (1938) 
        • Ligeti - Sonatina (1950) • Three Wedding Dances (1950) 
        • MacDowell - Three Poems, Op. 20 • Moon-Pictures, Op. 21 
        • Mendelssohn - Hebrides Overture, Op. 26 • Allegro brillant, Op. 92 • 3 movements from A Midsummer Night’s Dream 
        • Mozart - Fantasie in F minor, K. 608 • Sonata in F major, K. 497 
        • Poulenc - Sonata for piano duet (1939 version) 
        • Rachmaninov - Six morceaux, Op. 11 • Italian Polka 
        • Ravel - Mother Goose Suite • Rapsodie Espagnole 
        • Reger - Sechs Burlesken, Op. 58 • Zwölf Walzercapricen, Op. 9 
        • Rimsky-Korsakov - Fantasy on Serbian Themes, Op. 6 
        • Saint-Saëns - Berceuse, Op. 105 • Duettino, Op. 11 • Feuillet d’Album, Op. 81 • Pas redoublié • Wedding Cake, Op. 76 
        • Schmitt - Feuillets de Voyage, Op. 26 • Kermesse-Valse • Humoresques, Op. 43 
        • Schubert - Andantino varié, Op. 84.1 • Fantasie in F minor, Op. 103 • Four Polonaises, Op. 75 • Rondo in A major, Op. 107 • Trois Marches Héroïques, Op. 27 • Variations on an original theme, Op. 35 • ‘Grand Duo’ Sonata in C major, D. 812 
        • Stravinsky - Petrouchka (1947 version) 
        • York Bowen - Suite in three movements, Op. 52

         

        2 PIANOS
        • Chaminade such as Pas des Cymbales, and Danse Paienne, both in duet and two piano format;
        • "Les noces d'argent", for eight hands, one piano 
        • John Adams - Hallelujah Junction 
        • Arensky - Suite No 1, Op. 15 • Suite No. 2, Op. 23 • Suite No. 4, Op. 64 
        • Bax Moy Mell – an Irish tone poem 
        • Berio  Wasserklavier (1965) 
        • Bernstein, arr. Musto  Symphonic Dances from West Side Story 
        • Boulanger, tr Françaix  D’un matin de printemps 
        • Britten  Introduction & Rondo alla burlesca, Op23.1 • Mazurka Elegiaca, Op23.2 
        • Dave Brubeck - They All Sang Yankee Doodle • Four by Four 
        • Bruch  Fantasie, Op. 11 
        • Gavin Bryars - My First Homage 
        • Chabrier - Trois Valses Romantiques • España 
        • Chaminade - Duo symphonique, Op. 117 
        • Cui - Trois morceaux, Op. 69 
        • Debussy - En Blanc et Noir • Lindaraja 
        • Dupré arr. Longford - Prélude et Fugue no.1 in B major • Prélude et Fugue no.3 in G minor
        • Françaix  - Huit danses exotiques 
        • Genzmer - Sonate (1950) 
        • Gershwin, arr. Posnak - Four Songs • trans. Stone Three Preludes 
        • Gouvy  Divertissement, Op. 78 
        • Grainger - Molly on the Shore • Shepherds Hey • When the World was Young 
        • Charles B.Griffin - Do Not Go Gentle (1992) 
        • Hahn - Caprice Mélancolique 
        • Infante - 3 Danses Andalouses 
        • Ligeti - Three Pieces (1976) 
        • Lutoslawski - Variations on a theme of Paganini (1941) 
        • Martinu - Three Czech Dances 
        • Milhaud - Scaramouche 
        • Mozart - Sonata for two pianos in D major, K. 448 
        • Hamish - Oliver Sparkle (1996) 
        • Michael Parsons - Rhythm Studies I & II (1971) 
        • Arvo Pärt - Hymn to a Great City 
        • Piazzolla - Tangos for two pianos: Revirado & Adiós Noniño 
        • Poulenc - Elégie 
        • Rachmaninov - Suite No 1 (Fantasie-tableaux), Op. 5 • Suite No 2, Op. 17 • Symphonic Dances, Op. 45 
        • Raff - Chaconne, Op. 150 
        • Ravel - Rapsodie Espagnole • La Valse (arr Kocsis) 
        • Reger - Introduktion, Passacaglia und Fuge, Op. 96 • Variations & Fugue on a theme of Beethoven, Op. 86 
        • Richard Rodney Bennett - Lilliburlero Variations (2007) • Four Piece Suite 
        • Saint-Saëns - Caprice Arabe, Op. 96 • Caprice Héroïque, Op. 106 • Scherzo, Op. 87 • Variations on a theme of Beethoven, Op. 35 • Wedding Cake, Op. 76 
        • Schmitt - Rapsodie Française, Op. 53, No. 1
        • Shostakovich - Suite, Op. 6 • Fröhlicher Marsch 
        • Skryabin - Fantasie in A minor, Op. posth 
        • Stravinsky - Tango 
        • York Bowen - Arabesque 
        • Wieniawski - Fantaisie, Op. 42

        Minggu, 09 Oktober 2011

        Piano Ensemble & Manfaatnya


        SEKILAS MENGENAI PIANO ENSEMBLE
         
        Piano Ensemble merupakan permainan musik piano dengan menampilkan performer lebih dari satu orang dan penggunaan multi-piano - 2 piano, 3 piano, dst. Formatnya sangat bervariasi mulai dari satu piano/empat tangan (1 piano/4 hands), satu piano/enam tangan (1 piano/6 hands), dua piano (2 pianos) sampai dua piano/delapan tangan (2 pianos/8 hands), dst.  

        Piano ensemble memberikan wadah bagi semua pianis dari anak-anak sampai orang orang dewasa sekalipun yang ingin merasakan pengalaman bermain musik di dalam suatu grup – seperti halnya di dalam sebuah orkestra, band, atau jazz combo. Setiap pemain mempunyai andil dalam memberikan kontribusi untuk menciptakan musik.  Disini terletak keunikan bermain dalam sebuah piano ensemble, yaitu: unsur sosial/interaksi yang sangat tinggi dengan pemain yang lain, bahkan juga dengan penonton. Piano ensemble ini merupakan format permainan musik memberikan kesempatan untuk bermain piano di semua kemungkinan konfigurasi yang tidak bisa terbayangkan sebelumnya, dimana permainan piano klasik yang sebelumnya identik dengan “monoton”, “tidak bisa dimengerti”, “boring” akan menjadi sangat interaktif, kreatif, humoris, menarik, menyegarkan, energetik, dan sangat memberikan inspirasi bagi pendengar “awam” sekalipun.
             

        MANFAAT BERMAIN DALAM PIANO ENSEMBLE

        Keuntungan bermain dalam sebuah piano ensemble:
        • Kesempatan berlatih dalam meningkatkan kepercayaan diri (confidence), keyakinan (assurance), dan tanggung jawab dalam keterlibatan pada grup 
        • Meningkatkan kemampuan ritmik: permainan dengan tempo yang stabil dan tingkat keakuratan yang tinggi 
        • Meningkatkan kemampuan ketajaman pendengaran (sensitive ear training) di setiap bagian musik tidak hanya bagian permainannya saja tetapi juga bagian pemain lainnya 
        • Meningkatkan kemampuan dan pengertian yang mendalam tentang interpretasi dan berekspresi dalam bermain musik  
        • Memperkaya pengalaman dalam mengeksplorasi berbagai gaya permainan (style), suara (sound), dan atmosfir
        • Meningkatkan kemampuan beradaptasi dan rasa sosial yang sangat tinggi di dalam sebuah grup, dimana pemain akan mendapatkan pengalaman bagaimana menjadi seorang soloist, maupun pengiring (accompanist)
        • Motivator untuk bermain musik dengan orang lain (guru, teman, orang tua, dan kolega) dan mempererat rasa persaudaraan diantara sesama musisi (invaluable friends & partner)
        • Menanamkan rasa tanggung jawab (responsibility), kepemilikan & rasa kebersamaan (self-belonging), serta kesetaraan (evenness) yang tinggi di dalam sebuah grup – tidak ada superior maupun inferior, setiap pemain memiliki andil, turut ambil bagian dalam menciptakan musik itu sendiri, bermain bersama berirama, serta bekerja pada keseimbangan, warna, dan artikulasi yang cocok (synchronized). 
        • "MUSIC is FUN!” Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memberikan ide/inspirasi yang baru dalam kegiatan belajar-mengajar dalam kelas piano pada umumnya, dimana kelas hanya dilakukan one-to-one  
        • Memperluas repertoire lagu dengan berbagai kemungkinan format/struktur yang “konservatif” Meningkatkan motivasi anak/murid dalam kelas pianonya
        Oleh: Jelia Megawati Heru

        Sabtu, 08 Oktober 2011

        Manfaat & Inti Musik

        MANFAAT & INTI MUSIK
        by: Jelia Megawati Heru



        Musik merupakan salah satu kontribusi seni yang paling penting dalam sejarah perkembangan manusia dan merupakan multi-disiplin ilmu yang mengkoordinasi seluruh aksi fisik-mental manusia. Contoh yang paling sederhana adalah menyanyi. Menyanyi memerlukan persyaratan koordinasi antara tubuh serta pikiran yang melibatkan indera manusia, mengaktifkan persepsi motorik-sensorik-kinetik individu dan fungsi kerja otak kanan-otak kiri (linguistik dan logika-matematika) untuk menghasilkan respon bernafas, kontrol nada, pembacaan teks dalam bahasa asing dan sistem notasi balok.

        Selain itu, musik secara spiritual dapat memperkuat stabilitas ekspresi kondisi emosi dan intelektual seseorang yang tidak dapat diungkapkan secara verbal dengan baik, seperti: setia, percaya, pengharapan, pengagungan/devosi, bahagia, kepuasan, dan cinta.  Sehingga musik juga mempunyai efek dan fungsi terapis/menyembuhkan.

        Oleh karena itu maka tidaklah heran apabila masyarakat global sudah menganggap musik sebagai aspek yang sangat penting dan tidak terpisahkan dalam kehidupannya, dimana musik mempunyai berbagai fungsi, seperti: berburu (hunting), musik spiritual, baris-berbaris (marching) sampai menari, menyanyi, entertainment, self expression hingga self fulfillment/self satisfaction. Sehingga tidaklah heran, musik menjadi salah satu kebutuhan yang penting bagi setiap individu.

        FUNGSI INTI MUSIK
        • memperbaiki kualitas hidup dalam komunitas kita 
        • menciptakan individu yang mempunyai inteligensi musik yang tinggi daripada melatih musisi professional
        • mengajarkan kita tentang diri kita sendiri 
        • mendorong kita untuk menjadi manusia yang lebih baik 
        • meningkatkan stabilitas pengekspresian kondisi emosi-intelektual seseorang yang tidak terungkapkan – seperti: rasa percaya, kesetiaan, pengharapan, pengagungan/devosi, bahagia, kepuasan, dan cinta   

        MUSIC AS AN UNIVERSAL LANGUAGE & THE DEEPEST SELF-FULFILLMENT MEDIA

        Musik sebagai bahasa yang universal, merupakan media pengekspresian yang terdalam dan tidak terbatas dari setiap aksi sosial individu dalam lingkungannya, yang membantu kita merasakan impuls untuk mendapatkan pengalaman dan lingkungan berkreativitas yang menyenangkan dan memuaskan (self satisfaction/self fulfillment) – baik secara fisik, emosi, intelektual, moral, mental dan spiritual, yang dituangkan melalui bunyi, gerak, dan struktur. Walau musik bisa sangat matematis dan eksak, tetapi musik dapat menciptakan emosi, menggerakkan perasaan manusia. 

        Karena itu musik merupakan media yang ideal dan sangat menyenangkan untuk menemukan jati diri, mengeksplorasi kemampuan seseorang dan mengekspresikan diri (self expression) - yang bisa mewakili esensi, hasrat terdalam manusia, yang tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata. Hal ini merupakan aspek estetika dari musik.


        “Music, therefore, if regarded as an expression of the world, is in the highest degree a universal language, which is related indeed to the universality of concepts, much as they are related to the particular things.Music is the answer to the mystery of life. The most profound of all the arts, it expresses the deepest thoughts of life." - Schopenhauer –
        “Music expresses that which cannot be put into words and cannot remain silent, soothes the mind and gives it rest. Heals the heart and makes it whole, glows from Heaven to the soul”
        - Victor Hugo (1802 – 1885) -

        “Where music can go no further, there comes the word… the word stands higher than the tone."
         - Richard Wagner -

        “Music not only as a subjective human 'language' but as an absolute transcendent means of peering into a higher realm of order and beauty”
        - Johann Wolfgang von Goethe-


        MUSIC BUILDS SELF CONFIDENCE

        Musik mampu mengembangkan sosial dan karakter seseorang, termasuk di antaranya:  
        • kepercayaan diri yang tinggi
        • pengekspresian diri, disiplin yang tinggi
        • kreativitas individu
        • kemampuan akademik yang baik
        • bergaul dengan orang lain. 
        Ketika seseorang dapat memperoleh kesuksesan dalam menyelesaikan beragam tugas melalui bermain musik, maka kepercayaan dirinya akan meningkat. Begitu pula dengan pengekspresian diri, ketika seseorang belajar melalui pengalaman dalam menciptakan musik, maka musik akan menjadi perantara yang menghubungkan dirinya dengan lingkungan di sekitarnya. 

        Menciptakan musik membantu seseorang untuk mengintepretasikan siapa dirinya. Ketika ia memahami apa koneksi dari latihan berjam-jam dengan kualitas dari performanya, maka rasa disiplin akan menjadi pemicu dirinya untuk berlatih lebih baik lagi (self reinforcing) – hal ini akan menjadi latihan yang baik untuk mengerti hubungan antara disiplin diri dengan kondisi/kasus kejadian dalam kehidupan sehari-harinya.
         
        Setiap manusia sangat membutuhkan keberhasilan untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungannya (recognition). Hal ini merupakan bagian dari proses perkembangan diri menuju ke kedewasaan. Setiap keberhasilan akan mengkontribusi manusia untuk menuju ke arah perkembangan kepribadiaan yang positif. Dalam hal ini musik setiap kali menyediakan kesempatan bagi anak untuk meraih kesuksesan secara individu, sehingga ia menjadi percaya diri, karena anak yang berpartisipasi tersebut belajar mengenali diri mereka sendiri dan belajar untuk percaya pada kemampuan mereka sendiri sebagai seorang individu.

        ENHANCES SOCIAL DEVELOPMENT 
        Social-Cultural & Communication Aspect

        Sejak musik menjadi bahasa yang universal, maka musik juga mempunyai satu keunggulan untuk berintegrasi dengan ilmu/bidang yang berhubungan dengan humanitas yang memungkinkan individu untuk mempelajari hubungan di berbagai area dan aktivitas manusia.

        Seseorang yang memainkan musik, baik di dalam ensemble, marching band maupun orkes, ia akan mempunyai nilai lebih, dimana ia akan mempunyai apresiasi yang baik terhadap sejarah, kultur, ragam musik dengan berbagai genre dari daerah tempat asalnya dan juga orang lain. Ketika anak bergabung di dalam satu grup/komunitas, mereka menjadi bagian dari grup tsb, dimana kesuksesan tergantung dari kerja sama kelompok dan tim (team work). 

            
         

        Di dalam band maupun orkes, setiap individu ikut mengkontribusi sehingga mereka belajar untuk mengapresiasi bahwa orang lain turut mengambil bagian dalam kesuksesan mereka dan vice versa. Mereka juga mempelajari kemampuan berkomunikasi, mengatasi konflik dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah (problem solving) – ini merupakan pelajaran yang sangat berharga dan akan dibawa sampai sepanjang hidupnya. Dari sinilah anak menjadi lebih mudah untuk bergaul dan berteman dengan anak-anak yang mempunyai latar belakang dan minat yang sama. Selain itu ada satu unsur yang tidak boleh terlupakan dalam musik, yang sangat penting dalam pembelajaran dan tidak bisa ditawarkan oleh bidang yang lain, yaitu: MUSIC is FUN!  

        Berdasarkan manfaat dan inti (esensi penting) dari musik diatas, oleh karena itu permainan instrumental, khususnya didalam sebuah grup (ensemble) menjadi sebuah format konser yang sangat menarik untuk ditampilkan karena unsur sosialnya yang tinggi dan unsur interaktif yang tidak dimiliki oleh permainan instrumental solo. 

        PART of LIVING & HISTORY


        Musik diwariskan, ada di setiap sifat manusia dan di dalam diri kita masing-masing. Seorang bayi akan meresponi bunyi ritmik, dimana ia akan mulai bergumam sebelum berbicara. Ritmik dan musik selalu ada di alam sekitar kita – bunyi detik jam, detak jantung kita, burung berkicau, berjalan, TV, dll. Musik selalu merefleksikan lingkungan, kultur, daerah di sekitar kita dan mewakili waktu/moment ketika ia diciptakan. Musik menghubungkan kita dengan sejarah, tradisi dan tempat asal kita. Musik mendominasi dunia, mampu memupuk rasa kebudayaan, kecintaan dan apresiasi kita terhadap tradisi daerah asal kita dan juga orang lain (cross culture). Hal ini merupakan salah satu aspek dan nilai intrinsik musik.

        LIFETIME VALUE & MODEL for LIFE

        Berbeda dengan ilmu/disiplin yang lain, musik sangat menyenangkan untuk dipelajari. Kita semua dapat menikmati musik dan lebih menyenangkan lagi dalam menciptakan musik. Ada kesenangan dan kenikmatan tersendiri dalam bereksprimen dengan instrumen musik, bermain musik dengan rangkaian nada sehingga tersusun menjadi sebuah melodi yang indah (aspek estetika). Ada pengalaman yang unik dan kepuasan yang spesial dalam bermain dan tampil bersama di dalam satu band atau orkes, yang akan teringat di sepanjang hayat kita. Dan kesenangan dalam menemukan tantangan yang baru dan mengatasinya secara ‘cantik’.

        THERAPY EFFECT
        Healing & Relaxation

        Musik itu indah dan nikmat! Musik dapat mengubah tubuh kita: secara fisik, mental, bahkan secara kimia. Musik telah lama dikenal sebagai alat terapi yang hebat. Telah terbukti secara ilmiah, bahwa musik bisa membantu mencegah, meringankan, dan menyembuhkan berbagai penyakit serta ketidakberesan pada tubuh dan mental kita.


        Beberapa efek terapis musik: 
        • berkurangnya stress
        • hilangnya rasa sakit, kesepian, dan depresi
        • bertambahnya energi, performa kerja yang lebih baik
        • menjernihkan pola pikir (tenang & optimis)
        • kesanggupan membuat keputusan yang lebih baik
        • mengekspresikan diri, dan menghargai diri sendiri
        • melihat hidup lebih positif
        • menjadi manusia yang lebih baik dan menyenangkan

        Jumat, 07 Oktober 2011

        MUSIC for LIFE - The Reason Why I'm Playing Music

         "MUSIC for LIFE"
          - The Reason Why I'm Playing Music -
        Berapa kali kita mendengar bahwa beberapa orang tidak menyukai musik klasik, musik klasik itu membosankan dan membuat orang mengantuk, bahkan orang “skeptis” bertanya-tanya apa nilai dan fungsi dari musik itu sendiri? Kita hidup di lingkungan masyarakat dimana musik ditempatkan hanya sebagai hiburan (entertainment) dan musisi (terutama musik klasik) sangat tidak dihargai. Mungkin hal inilah yang menjadi ketakutan terbesar setiap orang tua, ketika anaknya memutuskan untuk menjadi seorang musisi dibandingkan menjadi seorang dokter atau arsitek.



        Coba saja bayangkan nonton film “Titanic” tanpa “My Heart Will Go On”-nya Celine Dion atau “Harry Potter 5” tanpa iringan musik sama sekali! Bermacet-macet ria tanpa radio, tidak ada mp3, Itunes… pesta pernikahan/wedding ceremony tanpa Canon in D dari Pachelbel? Hari ulang tahun tanpa lagu Happy Birthday? Anniversary tanpa lagu spesial kenangan? Atau nonton Manchester United tanpa yel-yel lagu kebangsaan MU? Rasanya seperti ada yang kurang, seperti disconnected!


        "Music for life” dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Bagi anak-anak, belajar memainkan alat musik itu menyenangkan dan membangun hubungan yang dapat bertahan seumur hidupnya. Bagi remaja, musik membantu membuka wawasannya tentang sejarah dan budaya - memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja sama dalam sebuah tim (teamwork) dan merupakan bentuk pengekspresian diri. Efek positif musik secara akademis di sekolah – seperti: matematika, ilmu pengetahuan alam, sejarah dunia, dan bahasa asing; juga bukanlah merupakan suatu hal yang baru. Pendidikan musik akan membantu seseorang dalam menjalani hidup lebih baik – richer, fuller & meaningful. Dan di dalam kehidupan, sebuah komunitas dengan rasa & tingkat kesenian yang tinggi merupakan tempat belajar yang lebih baik, ideal, dan sangat diinginkan oleh setiap individu. 

        Setiap pilihan yang kita buat dalam hidup mencerminkan apa yang kita pikirkan dan rasakan. Pilihan ini akan menunjukkan kepribadian kita dan apa yang kita rasakan tentang hidup ini. Musik juga dapat membuat kita tertawa, meningkatkan produktivitas, meringankan beban pikiran kita, membuat kita merasakan indahnya hidup, memberikan cara pandang yang baru & positif terhadap kehidupan, dan mempengaruhi jiwa kita (emosi dan perilaku). Banyak sekali efek positif musik dalam kehidupan kita sehari-hari; walaupun demikian, musik tidak selalu memberikan efek transformasi, menenangkan, dan yang akan mengubah kita. Inspirasi, pemahaman dan penerimaan akan musik hanya akan dapat dirasakan apabila kita terbuka pada ide bahwa musik dapat mengubah kita. 
         
        Nah, apakah penting untuk bermain piano sekarang ini? Bukankah bermain piano di saat ini sama sekali tidak relevan? Bermain piano sekarang, mengingat kondisi krisis ekonomi, kerasnya kehidupan, dan rendahnya apresiasi masyarakat terhadap musik klasik, tampaknya konyol, aneh, tidak masuk akal, dan sia-sia. Siapa yang membutuhkan pemain piano sekarang? Mengingat hal ini, Saya merenungkan apakah Saya akan pernah bermain piano lagi?
        Sambil merenungkan hal ini, akhirnya Saya memutuskan untuk tidak bermain piano pada saat itu, dan lebih memilih menghabiskan waktu Saya untuk mengobservasi kondisi lingkungan sekitar Saya. Pada waktu itu, di TV Saya melihat tayangan konser penggalangan dana bagi korban tsunami di Jepang. Mengapa disaat kritis seperti itu orang masih dapat bermain musik? Dan Saya teringat film “The Pianist” (2002) tentang autobiografi dari musisi Polandia-Yahudi, Wladyslaw Szpilman (Adrien Brody) yang ada dalam kondisi di tengah Perang Dunia II dan mengalami kekejaman tentara SS NAZI Jerman. Ada satu adegan yang tidak terlupakan, dimana dia memainkan Chopin Ballade No. 1, op. 23 in G minor di depan kapten Jerman Wehrmacht, yaitu: Wilm Hosenfeld (Thomas Kretschmann) di tengah reruntuhan tempat persembunyian Szpilman. Oleh karena permainannya itu, Hosenfeld tidak membunuh Szpilman, bahkan memberikan makanan kepadanya di tempat persembunyiannya itu sampai perang usai.
         
        Dari dua hal ini, Saya mengerti bahwa musik adalah bukan bagian dari "seni dan hiburan" dari surat kabar yang kita percayai. Musik bukanlah barang mewah, hal mewah yang kita danai dari sisa-sisa anggaran kita, bukan mainan atau hiburan atau menghabiskan waktu senggang. Musik adalah kebutuhan dasar kelangsungan hidup manusia. Musik adalah salah satu cara kita memahami hidup kita, salah satu cara di mana kita mengungkapkan perasaan ketika kita tidak memiliki kata-kata, satu cara bagi kita untuk memahami hal-hal tidak dengan pikiran kita, tetapi dengan hati kita. 
         
         
        Salah satu komposisi musik yang paling berkesan bagi Saya adalah Quartet for the End of Time (Kuartet Akhir Jaman) ditulis oleh komposer Perancis Olivier Messiaen pada tahun 1940. Messiaen berusia 31 tahun ketika Perancis memasuki perang melawan NAZI Jerman. Ia ditangkap oleh Jerman pada Juni 1940 dan dipenjara di sebuah perkemahan khusus bagi tawanan perang. Dia beruntung untuk menemukan seorang penjaga penjara simpatik yang memberinya kertas dan tempat untuk menulis, dan beruntung memiliki rekan-rekan musisi di sana: ​​pemain cello, biola, dan sebuah klarinet. Messiaen menulis kuartet tsb tanpa istrumen. Konser ini dilakukan di bulan Januari 1941 di hadapan empat ribu tahanan dan penjaga penjara.
         
        Mengingat apa yang kita ketahui tentang kehidupan di perkemahan NAZi, terbersit pertanyaan mengapa ada orang waras yang menghabiskan energi dan membuang-buang waktu untuk menulis atau memainkan musik? Energi yang ada bahkan tidak cukup untuk menemukan makanan dan air, untuk menghindari pemukulan, untuk tetap hangat, agar tidak disiksa. Namun, bahkan di tengah situasi seperti itu, kita masih memiliki puisi, kita memiliki musik, kita memiliki seni visual; Disinilah letak arti penting seni, yaitu bagi kelangsungan hidup manusia. Tidak mempunyai  uang, harapan, rasa hormat, tidak menghilangkan seni itu sendiri. Dari sini dapat disimpulkan bahwa seni merupakan bagian dari kelangsungan hidup manusia, bagian dari jiwa manusia, sebuah ekspresi yang tak terpadamkan tentang siapa diri kita. Seni adalah salah satu cara di mana kita mengatakan, "Aku hidup, dan hidup saya memiliki arti."

        Oleh: Jelia Megawati Heru