Jumat, 16 Maret 2012

Apresiasi Walikota Tegal Dalam Musik

THE HAREBELL UNTUK TEGAL CERDAS
Testimony by: Michael Gunadi Widjaja
Dedicated for: H. Ikmal Jaya, SE, Ak. 



    


Konser The Golden Fingers Piano Ensembles directed by Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu di Tegal, telah berlangsung. Menyisakan berbagai makna dan kenangan yang muaranya adalah terbangkitnya minat masyarakat Tegal, juga daya apresiasi yang baik terhadap sajian musik seni. Salah satu hal yang nampaknya layak dikedepankan dalam rangkaian konser tersebut adalah permainan piano Walikota Tegal H. Ikmal Jaya, SE, Ak. Dan menjadi menarik untuk menorehkan sebuah testimony proses seorang Walikota mempelajari musik piano. Dikarenakan banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran untuk membentuk sikap apresiatif terhadap seni sekaligus membawa karakter dan adab masyarakat. 

Testimony ini ditulis dari sudut pandang Saya, sebagai instruktur piano Pak Ikmal Jaya. Saya sendiri sudah lama akrab dengan “Mas” Ikmal dan keluarganya, karena kakak perempuan “Jaya” (sebutan akrab Mas Ikmal) adalah kawan diskusi Saya semenjak berpuluh tahun lalu. Seorang Ikmal Jaya berada dalam lingkungan keluarga yang sangat tidak 'familiar' dengan musik, karena mereka adalah pengusaha dengan banyak bidang usaha. Musik bagi keluarga Mas Ikmal semata sarana hiburan belaka, itupun hanya terbatas musik Tarling, DangDut, dan Pop manis. 

Ketertarikan Mas Ikmal terhadap musik seni dimulai kira-kira dua tahun lalu. Saat menyaksikan Walikota terdahulu yakni Adi Winarso, S.Sos tampil sebagai guest performer dalam resital Saya. Saat itu Adi Winarso, yang juga binaan Saya, memainkan "Fuer Elise" dari LV.Beethoven. Ketika bertanya pada Adi Winarso tentang berapa lama beliau belajar hingga dapat main piano sebegitunya, Mas Ikmal sempat berkecil hati, karena saat itu Adi Winarso telah 3 tahun Saya bina. "Waaahhh…lamaaa kaliii ya?" 

Dalam acara nyanyi nyanyi Keroncong di Pendopo, Saya duduk berdampingan dengan Mas Ikmal. Beliau berkata begini: “Mas Gun…saya ini sejak kuliah belajar gitar tahunan kok ndak bisa bisa ya…padahal gitar (alat gitar maksudnya) saya sangat bagus lho…”. Saya jawab begini: “Pak Wali (hehehe.... saya tidak memanggilnya Mas, karena dalam forum resmi)…..mungkin cara belajarnya salah…kapan-kapan saya ajarin deh”. 

Waktu berlalu…Tak ada kabar dari Mas Ikmal tentang minatnya belajar musik. Sampai suatu hari saya menghadap Beliau untuk memintanya membuka sekolah musik saya. Saat meninjau sekolah musik itulah Beliau spontan menyatakan ingin les piano. TETAPI……ini yang agak repot….hehehehe…karena Beliau sangat sibuk (Walikota nih ye....), JADI HARI DAN JAM NYA FLEKSIBEL. Meski agak bingung, Saya sanggupi juga keinginan Beliau. 

Pelajaran piano Mas Ikmal dimulai dengan buku Leila Fletcher warna hijau. Beliau sangat antusias dan ambisinya untuk bisa main piano luar biasa keras. Buku Leila Fletcher jilid 1 dan 2 habis dilalap (emang lalapan apa? hehehehe...) hanya dalam 10 hari!!!! Ditengah kesibukannya Beliau menyempatkan diri berlatih berjam-jam hingga larut malam. Beliau juga sering meng-sms saya menanyakan hal ikhwal piano dan musiknya. Mas Ikmal hanya membutuhkan waktu 4 bulan untuk dapat tampil dalam sebuah konser besar yang representatif. 

Ketika saya memperkenalkan sosok Jelia Megawati Heru sebagai seorang music educator, Beliau menanggapinya dengan sangat antusias. Orang mana? Lulusan mana? Apa beda music educator dan guru piano biasa? Apa music educator bisa membina guru sekolah umum? Apa music educator bisa bikin metode untuk orang yang sudah berumur? Bagaimana dengan anak umur 3 atau 4 tahun? Wuiih... itulah segudang pertanyaan yang diajukan Beliau saat Saya perkenalkan sosok Jelia. Kemudian Saya memperlihatkan blog Jelia dan Mas ikmal minta untuk SEMUA DI-PRINT !!!!!! Termasuk foto- foto. 

Saat saya beritahu bahwa Golden Fingers akan konser di Tegal, kontribusi Beliau luar biasa. Tanpa Beliau, Teater Arena Taman Budaya Tegal tidak mungkin siap untuk digelar konser. Beliau juga dengan penuh respek menyambut Jelia dan Golden Fingers sebagai tamu kota Tegal. Jarang ada walikota yang memiliki kepedulian pada seni sampai sedemikian. Secara khusus Beliau mengatakan ingin mempersembahkan permainan pianonya sebagai TRIBUTE untuk Jelia dan The Golden Fingers. 

Dan malam 4 Maret 2012 Tegal berguncang. Sosok Ikmal Jaya yang selama ini dikenal pendiam, low profile, dan sangat santun, berubah menjadi seorang apresiator musik. Dan berdentinglah musik "THE HAREBELL" karya William Smallwood. Mas Ikmal memainkannya dengan rentang dinamika yang sangat presisi sesuai teksnya dan hadirin pasti dapat merasakan "Music from Passion" dari seorang Ikmal Jaya.

Terhadap The Golden Fingers sendiri beliau menyatakan sangat puas. Mereka cantik, baik fisik maupun inner. Dan tentu yang terutama adalah komandannya, Miss Jeliaaaaaa... 

Yang bagi saya paling mengesankan adalah: Bahwa seorang Ikmal Jaya mencanangkan program "Tegal Cerdas". Dan Beliau memberi contoh nyata - memperkaya kepribadiannya dengan musik piano, sebuah seni adiluhung yang tidak gampang dimainkan. Tegal Cerdas dengan demikian bukan Cuma slogan! Walikota Tegal telah memberi contoh nyata pada masyarakat Tegal tentang wujud upaya menuju masyarakat Tegal yang cerdas, karena tak dapat dipungkiri; Musik, khususnya musik piano adalah wahana menggapai kecerdasan.

Walikota H. Ikmal Jaya SE. Ak turut memainkan satu karya
dari William Smallwood "The Harebell"

(Rehearsal Golden Fingers, 3 Maret 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar