Sabtu, 05 November 2011

Christine's Practice Journal

"OUT OF THE BOX"
a testimony by Christine Paulina
a break through in her life through playing ensemble

by Christine Paulina
edited by: Jelia Megawati Heru


THE BEGINNING


Piano ensemble? Hal pertama yang terbersit dalam pikiranku adalah wah, asik kita main musik bersama dan menghasilkan karya lagu yg indah. Pastinya, memainkan lagu yang indah dan tentunya yang bisa dinikmati oleh semua orang.  Sudah pasti asik pikirku!


Tapi, ternyata... ketika dimulai sesi latihan, hal ini tidaklah se-asik dan se-mudah yang aku bayangkan. Hmmmm... dalam perjalanannya, banyak hal yang aku lalui dan pelajari melalui pengalaman ini. 

Tentu saja, hal positif yang aku dapatkan adalah belajar untuk mendengar orang lain, tidak mendominasi (beda dengan bermain sebagai solois), saling mendukung sebagai satu grup, dan juga kekompakan yang baik sebagai grup.


OUT OF MY COMFORT ZONE


Namun, diatas semuanya itu, hal terpenting buatku dan aku sadari adalah belajar untuk "KELUAR DARI ZONA NYAMANKU" selama ini. Nah, disinilah semua petualanganku dimulai!


Sejujurnya, jika aku mengikuti keinginan hatiku, ingin sekali rasanya untuk berontak dan kembali mencari zona nyamanku.  Namun, di lain sisi, aku melihat bisa saja kesempatan ini tidak datang dua kali.  Sehingga, pada akhirnya aku tetap memilih untuk bertahan di dalamnya sampai hari ini – walaupun terjadi tarik menarik di dalam diriku.   

"Aku menganggap semua yang berjalan dalam persiapan menjelang konser merupakan bagian dari sebuah PROSES KEHIDUPAN yang berguna untuk membentuk teknik permainanku semakin lebih baik. Ya, sebuah PROSES! Jadi, saat ini aku mencoba untuk menikmati semua proses yang sedang berjalan dalam hidupku walau dengan bermacam-macam emosi di dalamnya."
N-A-F-A-S


Kali ini, aku dan teman-teman memainkan lagu JAMBALAYA... Lagu Jambalaya karya Eugene Rocherolle sebetulnya lagu yang asyik.  Mengapa kukatakan demikian ? karena lagu ini cukup ringan (tidak seperti lagu-lagu klasik yang biasa terkesan berat). Selain itu, juga karena lagu ini memberikan nuansa yang beda dengan adanya beberapa pergantian tempo sehingga menambah keasikan tersendiri di lagu ini. Setelah beberapa kali pertemuan latihan, hal yang masih perlu kulatih adalah n.a.f.a.s.... seringkali, aku mendapat kotbah dari Miss J mengenai n.a.f.a.s ini.. “ayoo, coba.. 1, 2, 3, nafas – buang (tepuk)”.  

Awalnya, ketika sedang berlatih sendiri aku merasa bisa... Namun, ketika sudah mulai masuk ke dalam grup.. sindrom panik ku muncul.. langsung menjadi panik sendiri, hitungan dan nafasku kacau sehingga semuanya menjadi berantakan.. akibatnya, diulang lagi dan lagi... hmmm... gara2 n.a.f.a.s.  ayo  lagi....1,2,3, n.a.f.a.s – buang (tepuk). Practice makes better!

Eugene Rocherolle "Jambalaya" 
Rehearsal November 1st, 2011 

1 komentar:

  1. Suka membacanya,apalagi bagian "KELUAR DARI ZONA NYAMANKU"..memang sepertinya dalam real life orang tak selamanya bisa kokoh di zona nyamannya ya..dan ensemble semacam ini mempersiapkan diri kita u hal semacam itu..dan..ehm..Miss J excellent ya..cara J melatih frase lagato dan juga rag tempo benar-benar wow

    BalasHapus